Sekeripshit,,hantu kampus yang beraksi setiap semester akhir mahasiswa dimulai. Wujudnya mungkin terlihat rapi, formal dan terkesan idola sebagai syarat lulus. Mungkin jika dilakukan penelitian tentang proses pembuatan sekeripshit, bakal ditemui hasil yang cukup mencengangkan. Berdasarkan narasumber di berbagai kalangan mahasiswa, mereka berpendapat bahwa sekeripshit cukup menghabiskan tenaga, pikiran dan bahkan uang. Ach seperti pemimpin yang otoriter, kaku, penuh birokrasi, dan tentunya tak bias bikin jatuh hati padanya. Mungkin sebutannya Hantu kelas kakap begitulah…
Banyak cerita – cerita yang beredar terkait hantu kelas kakap tersebut, dari yang rela keluar dari kerjanya ( untuk yang kuliah sambil kerja ), ada yang sakit gara-gara dia, ada yang menghabiskan banyak uang semesteran yang bertambah karna tak slese-slese, ada yang tak menyelesaikan dan memilih nikah saja, ada yang terjangkit depresi, bahkan sampai ada yang trauma dengan dosen yang membimbingnya.
Dan ketikanya seseorang berhasil berdiri tegak di akhir perjuangan sekeripshit, dia akan merayakannya dengan suka cita yang sering disebut dengan istilah Wisuda. Itupun harus melewati birokrasi yang rumit untuk urusan kelengkapan pra wisuda. Tak berhenti disitu, wisuda yang dinanti-nanti, menyisakan beban tersendiri. Karnanya tanggung jawab untuk mencari pekerjaan seorang first graduated tak semulus mengembangkan senyum di depan pujaan hati. Yach itulah mahasiswa….
Sekeripshit…sepertinya harus ada sebuah inovasi agar timbul cerita-cerita indah tentangnya. Biar tak ada lagi cerita menyeramkan tentang hantu kelas kakap yang beredar dari mulut ke mulut.
Hidup Mahasiswa…..Mari kita keluarkan senjata kita, bergerak maju di barisan terdepan…kita lawan hantu kelas kakap itu …Sekeripshit….Kuhabisi kau nanti !!!
Senin, 22 Februari 2010
Jumat, 12 Februari 2010
PANGERAN BERKUDA PUTIH DATANG DALAM NYATA

Negeri dongeng menyimpan berjuta mimpi yang kan selalu menghangati tiap lelap tidur mengantar malam. Seperti putri tidur yang akan terbangun dari tidur panjangnya ketika pangeran datang mencumbunya. Dongeng masa kecil yang mungkin tak akan pernah terlupa hingga cerita itu turun temurun. Pangeran kodok juga hampir sama dengan putri tidur, dia akan berubah menjadi pangeran yang tampan rupawan setelah menemukan putri yang tulus mau menciumnya.
Dongeng…mungkin memang sekilas terdengar hanya dongeng yang hanya ada di dunia antah barantah.
Kutulis secarik surat dengan tinta yang harum…kuterbangkan bersama angan, doa, dan harap. Merpati putih membawanya terbang jauh..mungkin ke negeri antah barantah. Ketika kecil dulu, Bunda membacakan dongeng dongeng indah, Pangeran berkuda putih dengan bajunya yang gagah ku gambar sendiri di anganku. Dan hingga kini ketika aku tak lagi pantas mendengar dongeng-dongeng, Ingin kuajak Pangeran berkuda Putih datang dalam duniaku, dunia yang harus selalu nyata. Kuda putih yang selalu setia menemani Pangeran mungkin akan nampak berbeda ketikanya nanti Pangeran telah sampai di persinggahanku, karena sekali lagi... Duniaku ini Nyata.
Tiap malam selalu kutunggu di balik jendela kamar sambil menajamkan pendengaran, jangan sampai Pangeran berkuda putih datang tanpa sepengetahuanku. Selalu yakin kalau Pangeran berkuda putih sedang dalam perjalanannya. Dengan gagah memacu kudanya, alisnya seakan menari-nari tertiup angin, tangannya yang kuat memegang tali kendali, dia membawa berjuta impian yang siap menjadi nyata.
”Pangeran berkuda putih....
Kusiapkan diri ini hanya untukmu
Kutata hati ini agar layak kau tandangi
Kujaga raga ini agar kau nanti betah menjagaku
Mungkin aku bukan putri istana anak bangsawan
Tapi aku punya istana cinta
Yang kan bersinar jika kita nyanyikan lantunan doa-doa
Kutahu kau tengah melaju tuk bersamaku
Kutunggu slalu kedatanganmu
Senja yang hangat kan tersenyum ketikanya nanti
Pangeran berkuda putih.....”
Selasa, 09 Februari 2010
Yang Terhempas Yang Bebas
Terhempas tiba-tiba dalam segerombolan anak kambing yang tengah asyik memadu umpan..Seperti bulunya yang tebal seakan tepat sekali tuk bersembunyi dari manisnya senandung pertemanan...Yach bagaimanapun juga baunya akan menyengat kalau dibaliknya banyak gumpalan gumpalan hati yang Palsu...
Yang terhempas belum tentu terampas...bahkan dia akan bebas untuk berteman dengan kambing -kambing lain...tanpa ada kata kecuali..tanpa tanda petik...tanpa Hanya dengan Yang.
Lihat...kambing kurus itu tengah sibuk mencari rumput...Dia tak bisa berlari sesuka hati sambil mengembek...dan dia juga tak suka mengandalkan induknya,.bersembunyi di bawah ketiak induknya seakan terlihat pecundang yang di pikirannya hanya ada kata Hedon. Kambing itu memang hanya punya kulit gimbal yang tipis...hingga kadang dia merasa kedinginan, banyak ingin seperti kambing kambing yang lain..mungkin juga ingin mengembek nyaring bahagia...
Dia tak pernah menyerah...dan di waktu yang tak pernah disangkanya..segerombolan kambing yang lebih cantik datang padanya...memberi senyum tulus, berbagi rumput, dan tak lupa mengembek bersama...di tempat lain dia juga punya kawan-kawan yang sangat baik padanya...
Tak perlu harus memilih..tak harus hanya dengan siapa kambing itu berkawan....karna mereka di luar sana yang akan tahu dan memilih kambing itu...
Note : Kawan itu bukan lawan, bukan pula umpan...Mereka nampan yang di dalamnya tersimpan kebahagiaan yang tulus...Tak perlu kita pilah satu2 untuk sebuah kebersamaan...Yang sejati yang terlihat...Jadikan seluruh dunia ini temanmu..tanpa tanda petik.
Kalau kau ditinggalkan...jangan takut..karna di lain tempat banyak tangan-tangan yang lebih tulus tuk merangkulmu....
Yang terhempas belum tentu terampas...bahkan dia akan bebas untuk berteman dengan kambing -kambing lain...tanpa ada kata kecuali..tanpa tanda petik...tanpa Hanya dengan Yang.
Lihat...kambing kurus itu tengah sibuk mencari rumput...Dia tak bisa berlari sesuka hati sambil mengembek...dan dia juga tak suka mengandalkan induknya,.bersembunyi di bawah ketiak induknya seakan terlihat pecundang yang di pikirannya hanya ada kata Hedon. Kambing itu memang hanya punya kulit gimbal yang tipis...hingga kadang dia merasa kedinginan, banyak ingin seperti kambing kambing yang lain..mungkin juga ingin mengembek nyaring bahagia...
Dia tak pernah menyerah...dan di waktu yang tak pernah disangkanya..segerombolan kambing yang lebih cantik datang padanya...memberi senyum tulus, berbagi rumput, dan tak lupa mengembek bersama...di tempat lain dia juga punya kawan-kawan yang sangat baik padanya...
Tak perlu harus memilih..tak harus hanya dengan siapa kambing itu berkawan....karna mereka di luar sana yang akan tahu dan memilih kambing itu...
Note : Kawan itu bukan lawan, bukan pula umpan...Mereka nampan yang di dalamnya tersimpan kebahagiaan yang tulus...Tak perlu kita pilah satu2 untuk sebuah kebersamaan...Yang sejati yang terlihat...Jadikan seluruh dunia ini temanmu..tanpa tanda petik.
Kalau kau ditinggalkan...jangan takut..karna di lain tempat banyak tangan-tangan yang lebih tulus tuk merangkulmu....
Selasa, 12 Januari 2010
Bertemunya senja dengan philo
Ada sedikit hangat ketika senja tiba-tiba saja memelukku perlahan, seakan mengerti dinginnya jiwa ini tanpa nada-nada kata yang mengalir dalam candu. Aku tak bisa merangkai terlalu banyak, tapi aku mencarinya untukmu senja…
Entah sejak kapan kau menjadi singgah merenggut ruang sunyiku hingga pergumulan ini penuh dengan hangatnya senja….ya, kamu..senja. Aku tak butuh banyak uang ataupun kekayaan tuk sekedar bersahaja denganmu. Aku punya kata…aku punya mimpi…aku punya imaji…dan aku punya kekuatan tuk tetap bertahan agar bisa selalu bercakap denganmu.
Senja, apa kamu sudah mengenal philo ? Dia juga sepertimu…Yang kumiliki dengan sederhanaku, yang menjaga segala nurani agar terus mengalir menghidupi imaji. Mungkin sebentar lagi dia juga akan datang bersama kita disini, tapi kau tak boleh jatuh cinta padanya ya…Aku tak mau menjadi terlalu gila karnanya,..biarkan Kita, aku, senja dan philo menjadi imaji yang nyata. Tak peduli akan fajar yang mengejar dalam gelak tawa kita. Pangkuan melodi ini biarlah kupeluk erat seperti senja dan philo menjeratku dalam maya yang membuat sakau.
Berjuta mimpi kita rasakan bersama kata yang terus memaksa jari-jariku menari, seakan mantra syahdu mengumandang menjemput senja. Dalam biduan malam berlenggok lalu bersembunyi terpojok di bilik yang mungkin kau pun asing. Kalau senja lelah…istirahatlah di pangkuanku ini…karna malam akan menghadirkan philo bersamaku dan kita…Menyanyilah sesukamu,..
Sepertinya aku butuh juru gambar biar rangkaian kata-kata ini lebih hangat. Biar senja dan philo lebih betah disini. Aah jadi berseri-seri tampang mereka, tak jadi sajalah..rasanya terlalu kegirangan. Wah…kenapa sekarang bilik ini jadi ramai, ayolah jangan kalian bikin berantakan, jangan cemburu akan gambar-gambar di bilikku, sedikit apatislah saja…kalau sudah lelah cukup kedipkan mata ya..jangan pernah berhenti, karna berhenti berarti mati. Aku masih ingin terus bergumul dengan ketidakwajaran kalian, karena kalian lebih jujur dan setia dari jenis manusia manapun.
Betapa indahnya senja bersahaja, hebatnya philo menyandang makna, tak kan pernah mengurangi sedikitpun harmoni yang menemani. Cinta berpelangi dalam senja yang enggan berpudar menyamar, mungkin memarpun tak membuat tubuh ini bersandar menyerah. Kalau impian itu mesti tercipta tuk menguatkan, biarkan saja bersimbiosis menghempas batas-batas dengan bebas. Jikapun ingin dilihatnya senja lebih indah esok…nikmati juga gelapnya malam yang seakan mencekam mimpi-mimpi. Keindahan itu didapat tak semurah kata yang dijual percuma, tak semudah ludah yang dibuang penuh cela, tak selurus jalan orang-orang yang tak tulus.
Ach senja terlelap di pangkuanku…redup, lelah karna telah menjaga bulir-bulir indahnya untuk orang lain. Tidurlah senja….aku akan mendekapmu bersama philo…
Esok kembali temani aku menghiasi jalanku, agar yang peluh ini tak membuatku mengeluh, agar yang berat ini tak membuatku berkarat, agar ku bisa terus mencipta kata yang nyata.
Teruslah tersenyum senja….dan aku akan terus mengalun menantang hari esok.
Entah sejak kapan kau menjadi singgah merenggut ruang sunyiku hingga pergumulan ini penuh dengan hangatnya senja….ya, kamu..senja. Aku tak butuh banyak uang ataupun kekayaan tuk sekedar bersahaja denganmu. Aku punya kata…aku punya mimpi…aku punya imaji…dan aku punya kekuatan tuk tetap bertahan agar bisa selalu bercakap denganmu.
Senja, apa kamu sudah mengenal philo ? Dia juga sepertimu…Yang kumiliki dengan sederhanaku, yang menjaga segala nurani agar terus mengalir menghidupi imaji. Mungkin sebentar lagi dia juga akan datang bersama kita disini, tapi kau tak boleh jatuh cinta padanya ya…Aku tak mau menjadi terlalu gila karnanya,..biarkan Kita, aku, senja dan philo menjadi imaji yang nyata. Tak peduli akan fajar yang mengejar dalam gelak tawa kita. Pangkuan melodi ini biarlah kupeluk erat seperti senja dan philo menjeratku dalam maya yang membuat sakau.
Berjuta mimpi kita rasakan bersama kata yang terus memaksa jari-jariku menari, seakan mantra syahdu mengumandang menjemput senja. Dalam biduan malam berlenggok lalu bersembunyi terpojok di bilik yang mungkin kau pun asing. Kalau senja lelah…istirahatlah di pangkuanku ini…karna malam akan menghadirkan philo bersamaku dan kita…Menyanyilah sesukamu,..
Sepertinya aku butuh juru gambar biar rangkaian kata-kata ini lebih hangat. Biar senja dan philo lebih betah disini. Aah jadi berseri-seri tampang mereka, tak jadi sajalah..rasanya terlalu kegirangan. Wah…kenapa sekarang bilik ini jadi ramai, ayolah jangan kalian bikin berantakan, jangan cemburu akan gambar-gambar di bilikku, sedikit apatislah saja…kalau sudah lelah cukup kedipkan mata ya..jangan pernah berhenti, karna berhenti berarti mati. Aku masih ingin terus bergumul dengan ketidakwajaran kalian, karena kalian lebih jujur dan setia dari jenis manusia manapun.
Betapa indahnya senja bersahaja, hebatnya philo menyandang makna, tak kan pernah mengurangi sedikitpun harmoni yang menemani. Cinta berpelangi dalam senja yang enggan berpudar menyamar, mungkin memarpun tak membuat tubuh ini bersandar menyerah. Kalau impian itu mesti tercipta tuk menguatkan, biarkan saja bersimbiosis menghempas batas-batas dengan bebas. Jikapun ingin dilihatnya senja lebih indah esok…nikmati juga gelapnya malam yang seakan mencekam mimpi-mimpi. Keindahan itu didapat tak semurah kata yang dijual percuma, tak semudah ludah yang dibuang penuh cela, tak selurus jalan orang-orang yang tak tulus.
Ach senja terlelap di pangkuanku…redup, lelah karna telah menjaga bulir-bulir indahnya untuk orang lain. Tidurlah senja….aku akan mendekapmu bersama philo…
Esok kembali temani aku menghiasi jalanku, agar yang peluh ini tak membuatku mengeluh, agar yang berat ini tak membuatku berkarat, agar ku bisa terus mencipta kata yang nyata.
Teruslah tersenyum senja….dan aku akan terus mengalun menantang hari esok.
Senin, 04 Januari 2010
Meminjam Nama Senja tuk bersahaja sejenak
Senja….aku kembali merindukanmu dalam asa yang entah singgah dalam ruang yang menjeratku penuh mimpi. Aku tahu kau ada di sampingku, belakangku, atau mungkin sedang bersandar di pojok bungkam ruang ini. Aku hanya sekedar ingin bicara lewat kata yang nyata bersamamu. Membuang sgala bungkamnya rasa yang tak bisa marah. Mungkin sudah terlalu lama, lagi-lagi aku melupakanmu dan kini tersadar membutuhkanmu. Ya..kau tercipta memang tuk setia menemaniku tanpa kecuali, tanpa peduli kupedulikan, kutahu kau slalu ada disini.
“ Gimana kalau sekarang kita nyanyi – nyanyi aja ?, iya…kali ini aku mengaku membutuhkanmu…kamu mau nyanyi lagu apa ? uhmmm..lagunya Lenka aja ya…”
Lallalalalllalalllala….lallalalallala….
Aku suka sekali melihat senyummu yang polos itu, aku ingin punya senyum seperti itu terus…tanpa kata lelah..
Senja…biarkan kali ini aku memanggilmu senja..tak marah kan ? ya.aku tahu kamu slalu baik hati…hehhehe
Hey..lagu apa lagi itu ? aku belum pernah mendengarnya ? lucu juga…menarilah sesukamu..di ruang ini hanya ada kita berdua…aku tak akan kasih tahu orang lain tentang kedatanganmu disini…syalallalallala….syalallalala…
Mungkin hanya kamu ya..yang bisa memahamiku, mendengar setiap rasa jengahku tanpa bosan, menghiburku di kala ku menggila, mengusap air mataku dikala sedih, menggandeng tanganku di kala ku sendiri…achhh sungguh kadang aku tak menyadarinya. Kamu melebihi cinta yang aku punya….lalu apa ya jadinya ? uhmmm…
Tak peduli seberapa sumbang suara ini..yang penting kita bisa saling bicara. Malam ini biarkan aku dan kamu saja disini, menghabiskan malam tanpa beban dan mungkin tanpa cinta yang lain, karna aku ingin menggila denganmu…
Achh senja , andai saja aku bisa menggambar kamu…hehhe,,,biar aku bisa kasih tahu teman-temanku tentang lucunya, setianya, bahkan sungguh hebat seperti ibuku…oh tidak , kamu hebat nomor dua saja ya….
………………………………………………………………………………………….
Aku kehabisan kata ne..tolong usapkan sesuatu yang mengalir di pipiku ini…aku takut membasahi kata-kata yang sudah kurangkai buat kamu…maaf ya senja, aku tak bisa menahannya, terpaksa aku mengeluarkannya karna udah berdesakan di ujung mataku…
Kasih aku waktu dulu…..
………………………………………………………………………………………….
“ Gimana kalau sekarang kita nyanyi – nyanyi aja ?, iya…kali ini aku mengaku membutuhkanmu…kamu mau nyanyi lagu apa ? uhmmm..lagunya Lenka aja ya…”
Lallalalalllalalllala….lallalalallala….
Aku suka sekali melihat senyummu yang polos itu, aku ingin punya senyum seperti itu terus…tanpa kata lelah..
Senja…biarkan kali ini aku memanggilmu senja..tak marah kan ? ya.aku tahu kamu slalu baik hati…hehhehe
Hey..lagu apa lagi itu ? aku belum pernah mendengarnya ? lucu juga…menarilah sesukamu..di ruang ini hanya ada kita berdua…aku tak akan kasih tahu orang lain tentang kedatanganmu disini…syalallalallala….syalallalala…
Mungkin hanya kamu ya..yang bisa memahamiku, mendengar setiap rasa jengahku tanpa bosan, menghiburku di kala ku menggila, mengusap air mataku dikala sedih, menggandeng tanganku di kala ku sendiri…achhh sungguh kadang aku tak menyadarinya. Kamu melebihi cinta yang aku punya….lalu apa ya jadinya ? uhmmm…
Tak peduli seberapa sumbang suara ini..yang penting kita bisa saling bicara. Malam ini biarkan aku dan kamu saja disini, menghabiskan malam tanpa beban dan mungkin tanpa cinta yang lain, karna aku ingin menggila denganmu…
Achh senja , andai saja aku bisa menggambar kamu…hehhe,,,biar aku bisa kasih tahu teman-temanku tentang lucunya, setianya, bahkan sungguh hebat seperti ibuku…oh tidak , kamu hebat nomor dua saja ya….
………………………………………………………………………………………….
Aku kehabisan kata ne..tolong usapkan sesuatu yang mengalir di pipiku ini…aku takut membasahi kata-kata yang sudah kurangkai buat kamu…maaf ya senja, aku tak bisa menahannya, terpaksa aku mengeluarkannya karna udah berdesakan di ujung mataku…
Kasih aku waktu dulu…..
………………………………………………………………………………………….
Selasa, 29 Desember 2009
TEMAN = K-A-L-I-A-N
Mereka tak lelah tersenyum dalam album – album, dalam gambar – gambar yang memenuhi kamarku…walau aku tengah dirundung sedih,.walau status social membuat aku tak seperti mereka…tapi aku masih melihat senyum mereka padaku…yach! Senyum yang tak akan bisa dibeli dimanapun sebagai obat lelah. Terkadang ketika diri ini rapuh, temanlah yang membuat hati bangkit tuk terus berjuang. Kita tak harus bersama setiap hari, karna kutahu mereka tengah menyiapkan sebuah kebahagiaan tuk dikabarkan di hari nanti ketika kita bertemu.
Teman sejati tak datang di kala butuh saja…tak slalu mengeluhkan stiap masalah yang ada, tak lupa akan kenangan yang pernah tergores, mereka membuatmu nyaman dikala bersama, tanpa “embel-embel” status sosial, tanpa kesombongan, tanpa kepalsuan.
Lihat kawan…album fotoku penuh dengan wajah kalian…tak bosan kupandang satu demi satu, seakan mengajakku mengingat kala foto itu diambil…Aku merasa kaya mempunyai kalian..hati ini damai mempunyai kalian, tak peduli aku tak punya harta banyak tuk bahagiakan kalian, tapi smoga senyum kita ini bisa menghangatkan lingkaran kita.
Teman,…mungkin aku tak begitu tahu banyak arti dibaliknya, namun yang kutahu…teman itu kalian, yang dengan tulus menerimaku apa adanya, yang membuatku terus semangat, yang membuatku percaya diri, dan tentu skali lagi, datang tak hanya dikala butuh saja.
Teruslah tersenyum untukku teman……Ingatlah slalu hari kemarin, sekarang, dan esok ketika kita bertemu lagi…
Teman sejati tak datang di kala butuh saja…tak slalu mengeluhkan stiap masalah yang ada, tak lupa akan kenangan yang pernah tergores, mereka membuatmu nyaman dikala bersama, tanpa “embel-embel” status sosial, tanpa kesombongan, tanpa kepalsuan.
Lihat kawan…album fotoku penuh dengan wajah kalian…tak bosan kupandang satu demi satu, seakan mengajakku mengingat kala foto itu diambil…Aku merasa kaya mempunyai kalian..hati ini damai mempunyai kalian, tak peduli aku tak punya harta banyak tuk bahagiakan kalian, tapi smoga senyum kita ini bisa menghangatkan lingkaran kita.
Teman,…mungkin aku tak begitu tahu banyak arti dibaliknya, namun yang kutahu…teman itu kalian, yang dengan tulus menerimaku apa adanya, yang membuatku terus semangat, yang membuatku percaya diri, dan tentu skali lagi, datang tak hanya dikala butuh saja.
Teruslah tersenyum untukku teman……Ingatlah slalu hari kemarin, sekarang, dan esok ketika kita bertemu lagi…
Selasa, 01 Desember 2009
Antara Skripsi dan PNS
Kasihan ....begitu kuterlantarkan paragraf-paragraf indah yang slalu mengajakku liar bermain kata...sepertinya tak ada semenitpun waktu yang tersisa sekedar liar nakal bergumul dengan kata..waktu semakin mengerjar, seakan prioritas kehidupan ini menuntut agar tak membuntut, melaju dalam jalan terjal yang tak ada kata " berhenti".
Ya. memang sudah saatnya. Mungkin begitu kata yang tepat agar diri ini punya sebuah Motivasi.
Antara dua ambang ini mengikat sangat dalam satu waktu saling berjubal tak hiraukan bahwa banyak perkara lain yang musti terselesaikan. hah...!
kapankah kau membuatku bahagia skripsi ? PNS ?
Sungguh sangat menyita relung-relung hatiku ...( hehhe lebay ne ), hingga memaksaku tuk mencintai bahkan mendua untuk kalian...bisakah tercapai dengan adil ?
Aku sendiri sampai lupa bagaimana caranya bermain-main, nongkrong tanpa mengenal waktu bersama kawan - kawan,..persinggahan ini hanya tertuju pada kampus untuk kuliah sang skripsi, warnet untuk uang makan, kos untuk merebahkan tubuh alias tidur...cinta ? ach kasihan dia, mungkin dia ada di jam 25 ku...walaupun di hatiku ada besar dia yang saat ini bergelut dengan skripsi dan PNS. Biar saja mereka saling sepak terjang di dalam hatiku...serang dech pokoknya...
Ada harapan besar yang tersangkut pada mereka, karnanya dikorbankan sgala kesenangan itu. Dengan rumus golden ways D-U-I-T ( Doa, usaha, ikhlas, tawakal ) smoga ku bisa mencintai mereka, skripsi...PNS...kau ada dihatiku...datanglah padaku dengan senyumanmu....:)
Ya. memang sudah saatnya. Mungkin begitu kata yang tepat agar diri ini punya sebuah Motivasi.
Antara dua ambang ini mengikat sangat dalam satu waktu saling berjubal tak hiraukan bahwa banyak perkara lain yang musti terselesaikan. hah...!
kapankah kau membuatku bahagia skripsi ? PNS ?
Sungguh sangat menyita relung-relung hatiku ...( hehhe lebay ne ), hingga memaksaku tuk mencintai bahkan mendua untuk kalian...bisakah tercapai dengan adil ?
Aku sendiri sampai lupa bagaimana caranya bermain-main, nongkrong tanpa mengenal waktu bersama kawan - kawan,..persinggahan ini hanya tertuju pada kampus untuk kuliah sang skripsi, warnet untuk uang makan, kos untuk merebahkan tubuh alias tidur...cinta ? ach kasihan dia, mungkin dia ada di jam 25 ku...walaupun di hatiku ada besar dia yang saat ini bergelut dengan skripsi dan PNS. Biar saja mereka saling sepak terjang di dalam hatiku...serang dech pokoknya...
Ada harapan besar yang tersangkut pada mereka, karnanya dikorbankan sgala kesenangan itu. Dengan rumus golden ways D-U-I-T ( Doa, usaha, ikhlas, tawakal ) smoga ku bisa mencintai mereka, skripsi...PNS...kau ada dihatiku...datanglah padaku dengan senyumanmu....:)
Langganan:
Postingan (Atom)