Sabtu, 15 Oktober 2011

"24 Keharusan"

Saya,

yang bertanda tangan di bawah ini berusaha :

1. Harus selalu mengingat Allah di kala susah maupun senang, karena kehidupan ini adalah milik-Nya

2. Harus selalu bahagia, ceria , optimis memandang masa depan

3. Harus sukses meraih karir demi masa depan terbaik

4. Harus sehat jiwa & raga sebagai wujud penghargaan terhadap diri saya sendiri

5. Harus selalu sabar & ikhlas menjalani setiap ujian kehidupan, karenanya membuat saya semakin kuat

6. Harus percaya kalau setiap usaha saya akan membuahkan hasil terbaik

7. Harus selalu menjalin komunikasi dengan keluarga,teman,sahabat, dan semua orang; karena mereka adalah salah satu sumber kekuatan saya

8. Harus selalu berpikir positif dalam setiap tindakan & kejadian

9. Harus selalu kreatif berkarya mengasah kemampuan saya

10. Harus terus semangat, ga boleh menyerah dalam keadaan apapun

11. Harus menjadi pribadi yang disayangi & dicintai

12. Harus bermanfaat untuk orang orang di sekitar saya

13. Harus selalu tersenyum, membangun image diri yang santun

14. Harus bisa mandiri melakukan semua yang bisa saya lakukan

15. Harus selalu belajar apapun yang bisa dipelajari; karena belajar itu tak ada habisnya

16. Harus pandai memanajemen keuangan, sebisa mungkin untuk menabung

17. Harus menjadi pribadi yang mudah memaafkan, selalu instropeksi diri

18. Harus selalu bersyukur dengan yang dimiliki, ga boleh iri dengan orang lain

19. Harus selalu cantik, merawat diri

20.Harus bisa dewasa dalam berpikir, mengambil keputusan, dan bersikap

21. Harus bisa tanggung jawab terhadap Allah, diri saya sendiri, dan orang yang saya sayangi

22.Harus bisa selalu tegar, ga cengeng dan ga suka mengeluh

23. Harus bisa mewujudkan setiap impian saya dengan berusaha, berdoa, tawakal

24.Harus mendapatkan Imam terbaik yang sayang & bertanggung jawab terhadap Allah, Saya dan keluarga saya.

Saya harus selalu berusaha melakukan itu semua karena semua itu adalah hak & kewajiban saya sebagai manusia.

SAYA BERHAK BAHAGIA. Dan semua itu hanya dari diri saya sendiri yang bisa mewujudkannya. 24 keharusan yang akan saya usahakan di awal umur saya ke 24 ini. Barakallah ….SAYA BISA !! ^_^

Minggu, 11 September 2011

“CINTA dalam KARDUS”


Malam itu fanya ga bisa tidur, pikirnya melayang jauh ke ujung kota itu. Kota dimana ia terlahir menjadi gadis aktif yang tak bisa diam, slalu saja mencari, mengejar sgala ingin yang harus menjadi nyata.

Tiba tiba bunyi nada sms masuk membuyarkan lamunan fanya, “ah siapa malam malam gini sms yah..”

1 pesan diterima……….

Dari : Zaki

“malam fanya……lets go bobo..”

“Astagfirulloh…knapa dia tiba tiba sms …masih bolehkah kujaga cinta ini ..”

Fanya tambah bingung. Mungkin sms seperti itu memang sangat biasa, bahkan mungkin ga ada artinya. Tapi buat fanya, sms dari seseorang yang sangat lekat dihatinya itu bisa saja sangat menggelitik apalagi di saat hubungan mereka sedang menggantung. Sudah berapa hari fanya juga tidak menerima sms dari zaki, komunikasi juga sedang ngadat. Wajar saja kan kalo sms itu bisa membuat fanya bingung dalam diam antara mereka.

“Malam juga zaki….” (sent)

Ah semakin berdatangan saja sgala kisah yang pernah mereka tapaki,,sepertinya ada yang nakal memutar ulang rekaman video kenangan yang manis juga pahit, kadang juga masam…padahal fanya udah menyembunyikannya, biar sementara tak menggoda hatinya yang tengah istirahat.

“Ya Allah…apa Kau tak ijinkan aku melupakannya…? Knapa tiap usahaku melupakan jusru mengingatkan semua detailnya….? Sepertinya tiap alurnya pun tak ketinggalan terangkum dalam otakku …achh!!!

Lebih baik kukemas semua cinta yang tergantung di almari, yang tertempel di dinding, yang duduk di atas kasur, yang nyempil di dompet, yang bertebaran di kamar, kumasukkan semua dalam Kardus. Sebelum kututup dan dikasih plester, sedikit doa kutiupkan di sela sela ruang yang tersisa dalam kardus,, fffuuhhhhhh!

Bukan maksudku akan membuangnya, bukan inginku bakal melupakan, hanya menyimpannya dengan rapi hingga sang empunya yang ‘tepat’ datang tuk mengambilnya.

Aku tak mau cintaku berdebu, kotor, bahkan rusak kalo dibiarkan tergantung di luar tanpa ada yang merawat. Lebih baik dia tidur panjang dulu di dalam kardus. Setidaknya kardus lebih aman dari ingatan knangan, dari air mata, dari cinta yang lain. Yah walopun kardus itu sempit, panas juga…tapi sabar ya cinta…biar awet, ga memudar, istirahatlah sejenak dalam kardus…”

Kardus…ya, fanya memilih menyimpan cintanya dalam kardus, kardus bekas yang udah ga terpakai, yang mungkin sering dibuang, dirongsokin, tapi bagi fanya saat ini kardus telah menolongnya menjaga cintanya yang tengah rapuh. Biar suatu hari nanti seseorang yang diRidhoi Allah tuk membuka cinta itu. Biar cinta itu tersimpan dulu hingga halal.

Cinta dalam kardus. Cinta untuk sang imam fanya kelak, tapi tentunya cinta Fanya paling besar ya Cuma untuk Allah, kalo yang itu tetap terjaga di sebuah ruang hati.

“Kardus …..titip cintaku yach..Insya Allah..we’ll find the way ”

^_^

Minggu, 28 Agustus 2011

Jodoh = rejeki


Cinta datang dan pergi.

Namun pasti akan ada satu cinta yang singgah menghuni relung hati.

Jodoh…

Rejeki…

Pernahkah kalian berpikir siapakah jodoh kalian ?

apa yakin pacar kalian sekarang ini jodoh kalian ?

Jodoh itu serupa rejeki, semua hanya Allah yang menentukan, kita yang mengusahakan,.. Kalo rejeki itu diusahakan dengan bekerja, berkarya, mengupayakan diri, lalu bagaimana dengan jodoh ? bagaimana kita mengusahakannya ?

Seringkali saya mendengar kisah kisah dari sodara sodara saya yang di-Ridhoi Allah, bahwa jalan menuju bertemu jodoh, jalan menuju pernikahan tidaklah semulus, semanis yang kita bayangkan. Ketika kita melihat kebahagiaan pasangan lain, seolah kita iri betapa leganya sudah sampai pada titik itu, betapa senangnya perjalanan mereka. Kita tidak tahu kalo mereka sudah melewati masa masa itu. Entah masa penantian, masa kesepian, masa turunnya cinta, masa pertengkaran, jenuh, dan semua yang tak kita lihat.

Saling menjaga hati, saling perhatian, saling bicara, saling mengingatkan sebuah hubungan sehat, mungkin itu diantaranya mengusahakan. Atau buat yang belum menemukan, wajib sekali membuka diri, memperluas relasi, tak lupa terus memperbaiki diri. Karena wanita yang baik itu untuk laki laki yang baik, begitu juga sebaliknya. Dan yang utama tetap Ridho Allah untuk kita.

Satu hal yang sangat penting untuk diingat, aturlah cinta kita sesuai kadarnya, letakkan Cinta sejati kita hanyalah untuk Allah, lalu diantaranya untuk pasangan, sahabat, keluarga, dan teman. Kita juga harus selalu siap untuk kehilangan orang orang yang kita cintai, karna semua hanyalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya pula. Terkadang ketika kita sudah mencintai, kita merasa memiliki, kita lupa kalo semua itu milik Yang Kuasa. Berat mungkin…tapi kita harus selalu sadar akan hal itu, biar kita bisa lebih ikhlas. Semoga kita selalu menjadi hamba-Nya yang bersyukur dan ikhlas.

Jangan pernah berputus asa untuk masa depan, untuk jodoh, untuk rejeki, kalo kalian yakin pada suatu hati, tetaplah mengusahakannya, mintalah selalu petunjuk-Nya menuju jalan jodoh. Dan kalo sudah menemukan jodoh kalian, rejeki kalian, dan kalian mampu, segeralah melangkah ke sebuah kehidupan yang lebih halal, pernikahan. Karna pernah saya dengar dari seorang ustad, bahwa menikah itu melengkapi setengah dari agama, amalan dari sholat lebih baik dari orang yang sudah menikah daripada yang membujang. Dan menikah itu ibadah. Subhanallah…

Tapi perlu diingat kalo semua itu harus dilaksanakan dalam keadaan yang sebenarnya, mampu secara lahir batin dan yang penting sudah ketemu dengan pasangan kita di waktu yang tepat, tak perlu terburu buru tapi juga jangan menunda nunda. Niatkan semuanya untuk kebaikan, ibadah kepada Allah, Maha Cinta.

“Jodoh, rejeki itu di tangan Allah, dan kita harus mengambilnya di tangan Allah”. Mengambil disini ya ‘mengusahakan’ tadi. Karna sgala hal itu harus diusahakan diiringi dengan doa dan tawakal. Smoga Allah meRidhoi.

27/08/11

Minggu, 10 Juli 2011

Mereka bilang Terzhalimi

Siang kemarin saat seisi kantor sedang sibuk dengan kerjaannya masing masing, datang seorang wanita muda belia bersama laki-laki belasan tahun. Dia memperkenalkan dirinya bernama Tuti. Memang sebelumnya ada kabar kalau akan datang seorang wanita yang akan melaporkan suaminya.

Kali pertama kukira wanita itu adalah anak dari ibu yang akan melaporkan, karna dilihat dari tubuhnya yang kecil,dan perawakannya yang masih seperti anak Sekolah. TApi siapa kira kalau wanita muda itu adalah ibu yang akan melaporkan suaminya. Wanita berumur 21 tahun itu datang bersama adik laki lakinya, sedangkan anaknya yang baru berumur 2 tahun ditinggal di rumah kontrakannya. Suaminya bekerja sebagai teknisi dan dia tidak bekerja.

Mendengarkan ceritanya membuatku termenung. Umur semuda itu dengan 1 anak berumur 2 tahun diterlantarkan suaminya, ditinggal selingkuh ? Bahkan suaminya menyuruhnya pulang ke rumah orang tuanya.Sungguh apa sudah tak ingat janji suci di atas akad, tak ingatkah buah hati yang tanpa dosa butuh kasih sayang …

Ya. Memang wanita adalah manusia yang lebih menggunakan perasaan dan mungkin makhluk Tuhan yang lemah. Tapi apakah mereka juga tak berhak diterima, dicintai ? Merasakan kebersamaan dan komunikasi yang sehat ?

Kehidupan ini memang membutuhkan uang untuk memenuhi nafkah agar roda perekonomian keluarga terus berjalan. Dan lelaki memegang peran utama disini,walaupun jaman sekarang sudah banyak wanita yang ikut bekerja membantu menambah penghasilan keluarga. Tapi apakah cukup uang untuk memenuhi sgala kebutuhan termasuk kebutuhan jiwa? Apakah tanpa komunikasi, tanpa perhatian, kata kata penuh makna sekedar menanyakan keadaan pasangan, akan membuat bahagia? Cukup uangkah?

TIDAK.

Hati mana yang dapat berbunga tanpa disiram…Tidakkah uang tak ada artinya lagi ketika kita hidup sendiri tanpa orang yang dicintai. Ya seharusnya keduanya saling melengkapi. Namun tuntutan ekonomi sering membutakan hati mereka, seakan diperbudak pekerjaan demi mengumpulkan banyak uang. Saya jadi teringat pepatah dari seorang teman saya , ‘kalau kita bekerja untuk mencari uang,kita tidak akan mendapatkan apa apa,tapi kalau kita bekerja mencari Tuhan sebagai ibadah, maka kita akan mendapatkan semuanya’. Tuhan Maha Cinta.

Lalu apakah kita akan terus berdiam tanpa bicara…bisakah saling mendengarkan …?

Ataukah kita masih akan sibuk dengan diri sendiri ?

#Mungkin hubungan pasangan suami istri di atas masih akan terus berlanjut jikalau komunikasi diantaranya berjalan baik, saling memenuhi kebutuhan jiwa raga, tanpa selingkuh, tanpa menelantarkan. Tanpa mengungkapkan , apakah pasangan kita akan tahu segalanya ? Jagalah hati biar tetap merah merona ya...

Sabtu, 09 Juli 2011

“Endahing pangarepan ora koyo kasunyatan”


Ketika kenyataan tak seindah harapan

Ketika air tak turun di musim penghujan

Ketika mawar tak seharum adanya

Ketika………………………………………..

“Endahing pangarepan ora koyo kasunyatan”

Ingatkah kita ketika dulu saat masih kecil…ketika ibu menyuruh kita belajar setiap hari tapi kita sering menolak, atau hanya belajar tapi menggambar ga jelas di halaman terakhir buku kita..?

Kita tidak pernah berpikir kalau itu semua untuk kebaikan kita sendiri di masa depan…kita hanya melakukan apa yang kita suka…apa yang kita mau.

Kini saat usia terus bertambah…dan masalah terus menjamah..kita masih terus dituntut untuk belajar. Walaupun kita tak lagi duduk di bangku sekolah, tapi pelajaran di luar sekolah seakan lebih sulit dengan mata pelajaran lengkap dengan ujiannya. Tetap saja kita sering memilih mata pelajaran yang kita sukai saja…yang kita mau, tak jarang kita menghindari apa yang kita benci dan berkutat pada yang kita sukai bahkan kadang tanpa disadari berlebihan. Mungkin kalau ditanya , seluruh manusia di dunia ini bakalan memilih kehidupan indah yang sesuai dengan harapannya. Apakah kita akan jadi manusia kuat jika seperti itu?

Lalu bagaimana kalau Sang Sutradara kehidupan ini menghendaki jalan yang berbeda?

Ya …Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan. Tentunya dengan usaha tanpa Cuma Cuma.

Mungkin kita sering berpikir….knapa masalah hidup tak ada habisnya..knapa pekerjaan menuntut banyak hal yang mungkin tidak kita sukai, knapa jodoh dan rejeki yang didapat tidak sebaik yang lain …knapa kenyataan yang kita hadapi belum sesuai dengan harapan kita?

Tidakkah kita berkaca pada hati kita? Sudah pantaskah kita menerima harapan harapan indah itu?

Belajar mencintai apa yang tidak kita sukai, belajar ikhlas dengan apa yang kita cintai,..Maka Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Karna sgala hal yang tidak kita sukai itu mungkin hanyalah jalan menuju harapan indah kita. Karna dalam sebuah ujian itu terdapat nilai mulia yang akan kita terima. Karna cobaan itu tanda kasih sayang Tuhan pada kita. Betapa cobaan mengajarkan kita jadi manusia yang lebih kuat, manusia yang selalu mengingat Tuhan, manusia yang pantang menyerah.

Cobalah terus menikmati sgala yang diberikan oleh-NYa, tak peduli sesuai atau tidak dengan harapan. Karnanya tlah dirancang sebuah jalan kehidupan yang terbaik untuk kita. Percayalah di jalan depan akan kita temui harapan indah kita tanpa disadari. Dan di hari itu…kita akan tersenyum mengenang perjalanan yang telah kita tempuh. Karna setiap usaha pasti ada balasannya. Man Jadda Wa Jada. Man shabara zhafira. Ya..kalimat itu yang semoga selalu bisa menjadikan semangat.

Rasulullah bersabda :

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yang menimpa seorang muslim, melainkan dosanya akan terhapus oleh Allah. Karenanya meskipun musibah itu hanya karena tertusuk duri.” (HR. Muslim)