PHILOACHIE
Aku Ingin Menulismu hingga Tangan ini Keriput oleh Kata
Sabtu, 24 Maret 2012
"KETIKA TUHAN JATUH CINTA"
Jumat, 17 Februari 2012
*PASTI KU BISA*
Dengan semua rencanaku
Hancur semua berantakan
Dia berjalan keluar dari lingkaran hidupku
Bebas kulepaskan dia
Akupun mulai berdendang
Pasti ku bisa melanjutkannya
Pasti ku bisa menerima dan melanjutkannya
Ooh pasti ku bisa menyembuhkannya
Cepat bangkit dan berfikir
Semua tak berakhir disini
Merasakan pandanganmu
Penuh cerita dan luka
Memang begitulah semua
Jangan pernah kau menunggu
Keajaiban dunia
Bukalah satu tujuan
Senin, 13 Februari 2012
Maaf Untuk Tuhan
Kamis, 09 Februari 2012
“Sapa Sang Senja Tanpa Walau”
Baru saja senja mengintipku dari jendela pojok kamarku,
mencoba mengingatkanku akan sore yang cantik
walau …..
Walau kau tak ada…walau kau tak disini…walau aku disini…walau ku tak suka itu..walau ku tak suka ini..walau tak ada uang…walau perih merintih…walau tak punya itu…walau !
Ya. Ku menyebutnya dengan walau.
Karna aku masih punya mimpi mimpi yang belum kupeluk nyata dalam jubah syukurku…
Karna jiwaku masih terus bergejolak tuk lepas dari jebakan jebakan kondisi yang kelam,
Karna hatiku masih inginkan cinta yang syahdu menenangkan hari,
karna pikirku masih ingin terus berkarya dalam segala keterbatasan ini.
‘Walau’
selalu ada alasan di setiap ulasan yang seakan memelas pada hari yang terkadang menjadi sosok melelahkan ,
waktu yang seakan berjalan lambat sekedar tuk menunggu senja cantik..
Ach! Tidakkah kita bisa berjalan tanpa ‘walau’ ?
Mencoba menikmati setiap detak yang menguasai detik
tanpa khawatir tentang alasan alasan lain yang tidak kita dambakan.
Sejenak saja bisakah ?
Tanpa semua walau,
harus kuhisap dalam dalam aroma senja yang setia menyapaku,
kupandang elok rupanya yang tak jengah mengingatkanku tentang nikmat
karna masih bisa melihatnya.
Oh senja….
Terimakasih….
karnamu aku tak punya alasan lain untuk tersenyum sore ini.
Kamis, 02 Februari 2012
sepaket pertemanan
Entah siapa yang pertama kali menemukan istilah itu tuk diucapkan. Yang kutahu, teman itu ibarat sepuluh jari ini yang Tuhan ciptakan lengkap, yang tanpa salah satunya pun, akan terasa sangat ganjil. Dari jari manis,kelingking,jari tengah,jari telunjuk,jempol,semuanya memiliki bentuk yang berbeda, punya fungsi masing masing dalam merangkai makna hidup. Namun, jika mereka bergerak bersama, banyak hal yang bisa dilakukan, banyak hal bisa diciptakan, banyak hal terangkum mewarnai dunia. Itulah TEMAN.
Sejenak saja…coba mari kita ingat, mari kita buka album album foto ato cerita cerita yang udah terlewati…berapa banyak mereka….Teman yang slalu menemani tiap waktu kita. Walau kadang mereka tak slalu Nampak,tapi mereka selalu ada. Entah lewat dunia maya karena terbentang jarak,ato di sekitar kita namun terpisah oleh waktu yang tak sempat mampir sekedar menjaga tali tali ikatan teman yang pernah terlilit. Kapankah terakhir kali kita saling beradu senyum,teman ? Kapan kita terakhir kali saling bicara tanpa risau akan sibuknya pekerjaan, urusan rumah,dan semua urusan birokrasi kehidupan? Kapan kita terakhir kali saling tertawa sambil menikmati secangkir teh dalam hangatnya kebersamaan?
Temanku yang itu memang cerewet, tapi aku sangat merindukan celotehnya…
Temanku yang itu memang pelupa, tapi aku sangat merindukan ketika harus mengingatkannya..
Temanku yang itu memang suka sekali menghabiskan makanan, tapi aku sangat merindukan saat harus berebut makanan dengannya…
Temanku yang itu memang terlalu rajin dengan urusan kampus, tapi aku sangat merindukan karnanya menjadikanku lebih semangat…
Temanku yang itu memang manja, tapi aku sangat merindukan keluhan manjanya itu…
Temanku yang itu memang suka mengganggu, tapi aku sangat merindukan diganggu olehnya…
Temanku yang itu ……………………………………………………………………………………………………………………..
Ah, betapa Tuhan mengirimkan mereka untuk mencipta sebuah ‘rindu’.
Kukemas rindu ini teruntuk kalian yang ada di Solo, Jogja, Jakarta, Lampung, Palembang, Semarang, Surabaya, Kendal, Purwokerto, Bengkulu, Bogor, Magelang, dan dimanapun kalian berada, kalian tetap satu dalam makna Teman.
Selama kita masih dalam satu langit-Nya, kita akan selalu dekat.
Dan smoga Tuhan memberikan Ridho-Nya tuk mempertemukan kita .
Salam. (^_^)
Selasa, 10 Januari 2012
Siapakah sabar itu ?

Untuk mengenal sabar…..banyak sekali yang harus dilewati. ‘Sabar ya….’
Dulu..ktika ku masih pertama kali mengenal bangku taman kanak kanak ‘nol kecil’, mengenal berkawan dengan aneka teman, blajar hal hal baru yang asing bagiku, ku bertanya pada ibu “bu,kapan aku bisa sekolah SD,liat ! aku udah tinggi bu !” (sambil naik kursi dan tangan kananku mencoba meraih kuping kiriku dari atas ). “sabar nduk…besok ya…”
Dulu…ktika akhirnya aku tidak bisa masuk SMP yang kuinginkan,bahkan tidak bisa mengikuti ekstrakurikuler drumband yang kucita citakan karena sakit…ku bertanya pada Tuhan ; “Tuhan,,,knapa tak Kau ijinkan ? sperti tidak rela ku sekolah disini..tapi aku inginkan besok di SMA yang lebih bagus ya Tuhan”, dan ibu juga berkata “sabar…dijalani aja…”
Dan ternyata Tuhan menjawab doaku…dari SMP itu aku sedikit berprestasi,menang lomba jambore yang mendukung aku ketrima di SMA favoritku…
Saat Masa SMA akan berakhir, cita citaku bisa kuliah di UNS Solo …ikut SPMB S1 Komunikasi, dan gagal…’sabar ya..’, dan akhirnya ketrima S1 UNSOED dan D3 Komunikasi, bimbang….dengan berbagai pertimbangan, D3 Komunikasi kujalani…dan lulus cukup memuaskan.
Mencoba melamar kerja disana sini…Belum dapat. Terbesit angan bisa meneruskan transfer kuliah Sarjana Komunikasi,..tapi waktu itu ada kenaikan biaya, uang darimana ? seperti ‘tidak mungkin’ aku bisa jadi sarjana,dan kupupus harapan itu. ‘sabar ya…’,Disemangati ibu dan pertolongan Tuhan akhirnya bisa kuliah transfer, dengan uang mepet dan aku mencari uang makan sendiri dengan bekerja parttime di warnet. Mencoba ikut tes CPNS ,Tidak Lolos ! ‘sabar ya…’, Tahun depan harus coba lagi.
SKRIPSI. Bolak balik kampus jalan kaki, di sela sela jaga warnet, untung ada partner jaga yang baik hati mau bantu, cari data skripsi di internet juga gratis, numpang ngeprint juga ^_^. Lagi smangat skripsi, si nyamuk demam berdarah minta perhatian ,opname. ‘sabar ya…’
Sembuh, Lanjut skripsi lagi dengan birokrasi yang cukup membuat jantung naik turun, so fantastis ! Akhirnya lulus tepat waktu dengan nilai skripsi A.
Dan ibu memintaku pulang rumah setelah lulus. Berat hati….meninggalkan SoLO dan jauh dari dia. ‘Sabar ya…’
Lamar kerja melanglang buana…semarang, jogja, semarang,cilacap,solo,..untung di semua kota itu ada teman yang bisa membantuku. Semua tes ku ikuti…..dari yang negeri sampai swasta. Dengan bekal mepet kesana kmari. Dan akhirnya Alhamdulillah ketrima kerja di Bank BRI. Dalam bimbang dan spekulasi panjang aku berangkat ke penempatan Kebumen sambil menunggu hasil tes CPNS yang telah kucoba lagi. 3 hari di Kebumen….dengan senyum sumringah aku harus pulang dan resign dari pekerjaan baruku buat pemberkasan CPNS. So Amazing God ! Akhirnya aku bisa membuktikan kepada mereka yang mengejekku kalo aku bisa.
Mulai bekerja di kota kelahiranku …merancang rencana rencana buat masa depanku , namun Buyar! Tanggung jawab harus membantu orang tua lebih mendesak,. ‘sabar ya….’
Dan ini tentang cinta……
Kali ini banyak ku bertanya pada Tuhan tentang cinta yang menggoda warasku.
Tuhan…knapa belum kudapatkan seperti mereka yang telah berdamai dengan cinta ? belum cukup pantaskah aku ? Bolehkah ku memilih seseorang pilihan yang berkenan di hatiku tuk menemani hidupku melengkapi ibadahku kepada-Mu ? Apakah aku harus menunggu dan terus menunggu ? Apakah usahaku ini belum maksimal ? Apa memang belum saatku ?
“Sabar….semua ada waktunya, rencana Tuhan itu yang terbaik, janji Tuhan itu pasti…sabar…yang ikhlas belajar menjadi kuat tuk tahap kehidupan yang lebih tinggi…sabar….”
Sabar….sabar….sabar…..sabar…..sabar……sabar…..siapa sabar itu ? dimana dia ? bolehkah aku menemuinya dan menjadikannya sahabat ku..? Stiap saat dia slalu jadi idola…slalu jadi kata terakhir di setiap nasehat…slalu jadi permohonan dalam doa…slalu jadi penyemangat tuk jiwa jiwa yang tengah lemah lelah…slalu jadi senjata tuk bertahan menghadapi sgala cobaan.
Ya. Dan aku harus slalu berteman dengan si sabar , percaya akan pertolongan-Nya.
Seperti kata Naffadz Zein dalam artikelnya di majalah Ar- Risalah bertajuk “SABAR MENUAI KEMENANGAN” . Untuk mendapat kesuksesan, tak jarang ada kegagalan menghadang jalan, untuk meraih kemenangan kita harus merasakan getirnya kekalahan. Ketika kita mendambakan hidup bahagia ada musibah yang membentur angan kita. Apalagi yang mendambakan kesuksesan paling mulia yaitu Jannah-Nya, ujiannya tidak akan mudah.
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat,
kecuali bagi orang-orang yang khusyu.”
(QS. AL-BAQARAH 45)
SABAR YA ukhti….. ^_^
*Cerita seorang ukhti di pinggir sawah
