Kamis, 09 Februari 2012

“Sapa Sang Senja Tanpa Walau”

Baru saja senja mengintipku dari jendela pojok kamarku,

mencoba mengingatkanku akan sore yang cantik

walau …..

Walau kau tak ada…walau kau tak disini…walau aku disini…walau ku tak suka itu..walau ku tak suka ini..walau tak ada uang…walau perih merintih…walau tak punya itu…walau !

Ya. Ku menyebutnya dengan walau.

Karna aku masih punya mimpi mimpi yang belum kupeluk nyata dalam jubah syukurku…

Karna jiwaku masih terus bergejolak tuk lepas dari jebakan jebakan kondisi yang kelam,

Karna hatiku masih inginkan cinta yang syahdu menenangkan hari,

karna pikirku masih ingin terus berkarya dalam segala keterbatasan ini.

‘Walau’

selalu ada alasan di setiap ulasan yang seakan memelas pada hari yang terkadang menjadi sosok melelahkan ,

waktu yang seakan berjalan lambat sekedar tuk menunggu senja cantik..

Ach! Tidakkah kita bisa berjalan tanpa ‘walau’ ?

Mencoba menikmati setiap detak yang menguasai detik

tanpa khawatir tentang alasan alasan lain yang tidak kita dambakan.

Sejenak saja bisakah ?

Tanpa semua walau,

harus kuhisap dalam dalam aroma senja yang setia menyapaku,

kupandang elok rupanya yang tak jengah mengingatkanku tentang nikmat

karna masih bisa melihatnya.

Oh senja….

Terimakasih….

karnamu aku tak punya alasan lain untuk tersenyum sore ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar